Zapin Palembang Naik Kelas, ASETI Sumsel Gebrak Tren Linedance dengan Sentuhan Budaya Lokal.

  • Bagikan
banner 468x60
Pengurus ASETI Sumsel, Lakukan Silaturahmi Padepokan Seni Fir Azwar (Sabtu, 4/4/26)

PALEMBANG, KNC.– Inovasi segar kembali digulirkan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Seni Tari Indonesia (DPD ASETI) Sumatera Selatan dalam upaya mengangkat budaya daerah ke panggung yang lebih luas. Kali ini, Zapin Palembang didorong menjadi musik pengiring utama dalam aktivitas linedance yang tengah digandrungi masyarakat.

Langkah progresif ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi pengurus ASETI Sumsel ke kediaman seniman sekaligus pembina, Fir Azwar, yang merupakan pencipta karya Zapin Palembang tersebut. Pertemuan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang diskusi strategis untuk menyatukan arah dalam mengembangkan seni tradisi agar lebih adaptif di era modern.

Example 300x600

Ketua ASETI Sumsel, Inot Bunayu, menegaskan bahwa terobosan ini merupakan bagian dari upaya konkret mendekatkan budaya lokal kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih kekinian.

“Linedance saat ini menjadi tren gaya hidup sehat. Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk menyisipkan nilai-nilai budaya melalui Zapin Palembang, sehingga masyarakat bisa menikmati seni daerah tanpa terasa kaku atau berjarak,” ungkapnya.

Pengurus ASETI Sumsel, Silaturahmi Padepokan Seni Fir Azwar (Sabtu, 4/4/26)

Menurut Inot, kolaborasi ini juga tidak lepas dari peran penting Fir Azwar dalam menjaga keaslian nilai-nilai tradisi, meskipun dikemas dalam format yang lebih dinamis dan modern.

Sementara itu, Fir Azwar menyambut langkah tersebut dengan penuh apresiasi. Ia menilai gagasan ASETI Sumsel sebagai inovasi cerdas yang mampu menjembatani tradisi dan perkembangan zaman.

“Ini bukan sekadar penggunaan musik, tetapi bentuk penghormatan terhadap budaya sekaligus strategi efektif agar seni daerah tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Fir Azwar juga secara resmi memberikan dukungan serta izin penggunaan Zapin Palembang sebagai musik pengiring linedance, sekaligus berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi pelaku seni lainnya untuk terus berkreasi.

Ke depan, ASETI Sumsel berkomitmen untuk membakukan penggunaan Zapin Palembang dalam berbagai kegiatan seni maupun olahraga rekreasi. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Sumatera Selatan sekaligus menjadikan Zapin Palembang semakin dikenal di tingkat nasional.

Dengan semangat inovasi yang terus digaungkan, ASETI Sumsel optimistis bahwa seni tradisi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gaya hidup modern masyarakat.

Foto: RedaksiKNC | Kontributor: ARI | Editor: ARPAN

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *