BENGKULU, KNC.– Ikatan Alumni Raden Fatah (IKARAFA) gelar Rapat Kerja (Raker) 22-23 Mei 2026 di Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis memperkuat konsolidasi alumni sekaligus merumuskan arah besar kontribusi alumni perguruan tinggi Islam bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.
Raker nasional ini dihadiri langsung Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI sekaligus Ketua IKARAFA Periode 2026–2030, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.A., Ketua Harian Forum Alumni PTKIN Dr. Ismail Cawidu, M.Si., serta jajaran pimpinan perguruan tinggi Islam dari berbagai daerah.
Turut hadir Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., Prof. Dr. Abdul Hadi, M.Ag., Dr. Syahril Jamil, M.Ag., jajaran pimpinan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yakni Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag., Prof. Dr. Asnaini, M.A., Dr. Japarudin, M.Ag., dan Dr. Rahmad Ramdhani, M.Ag., serta Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd. Hadir pula Kakanwil Kemenag Bengkulu Dr. H. Saefuddin Latief, M.Ag., pengurus IKAFAT, para kabiro, tokoh alumni, dan tamu undangan lainnya.
Pembukaan raker berlangsung khidmat diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IKARAFA, laporan ketua panitia, sambutan pimpinan, hingga penampilan seni budaya khas Bengkulu yang menambah semarak suasana kebersamaan antaralumni dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua Harian Forum Alumni PTKIN Dr. Ismail Cawidu, M.Si., menegaskan bahwa alumni memiliki tanggung jawab besar menjaga nama baik almamater sekaligus menjadi motor pengembangan kampus melalui kontribusi keilmuan, pengalaman, dan jejaring lintas generasi.
“Potensi alumni PTKIN sangat besar. Karena itu Forum Nasional Alumni PTKIN dibentuk sebagai jembatan antara alumni dengan kampus almamaternya. Forum ini diharapkan menjadi ruang memperkuat sinergi dan kontribusi nyata alumni bagi kemajuan perguruan tinggi Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.A. menekankan bahwa alumni tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial, melainkan harus mampu tampil sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial di tengah dinamika masyarakat modern.
“Alumni harus hadir sebagai kekuatan akademik dan sosial. IKARAFA harus menjadi rumah besar yang mampu memetakan potensi alumni serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, alumni perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki posisi strategis dalam memperkuat pendidikan Islam, moderasi beragama, hingga pengembangan jejaring global alumni.
Ia juga mengapresiasi perkembangan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang dinilai terus menunjukkan kemajuan akademik dan kelembagaan dalam beberapa tahun terakhir.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sebagai tuan rumah pelaksanaan raker nasional tersebut.
Ia berharap forum ini mampu menghasilkan keputusan strategis, termasuk pembahasan AD/ART organisasi serta pemetaan potensi alumni UIN Raden Fatah yang kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.
“Alumni UIN Raden Fatah saat ini tidak hanya tersebar di hampir seluruh Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di Asia, Afrika, Timur Tengah, Australia, hingga Eropa. Kita berharap kiprah alumni dapat terus memberi manfaat bagi bangsa dan dunia,” katanya.
Di sisi lain, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah pelaksanaan raker nasional IKARAFA.
Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar mempererat silaturahmi antaralumni, tetapi juga membuka ruang kolaborasi strategis antarperguruan tinggi Islam di Indonesia.
“Kami merasa mendapatkan keberkahan menjadi tuan rumah kegiatan ini. Hubungan historis antara UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan UIN Raden Fatah Palembang menjadi fondasi penting untuk terus membangun kerja sama akademik yang membawa kemaslahatan,” ungkapnya.
Rapat kerja IKARAFA dijadwalkan berlangsung selama 22–23 Mei 2026 dengan sejumlah agenda strategis, mulai dari pembahasan program kerja organisasi periode 2026–2030, penguatan database alumni nasional dan internasional, pengembangan ekonomi alumni, hingga perumusan kontribusi alumni dalam mendukung transformasi pendidikan Islam di Indonesia.
Foto: RedaksiKNC | Kontributor: ARI| Editor: ARPAN















