
PALEMBANG, KNC.– Ratusan warga Palembang menggelar Dzikir Ratib Saman untuk menolak rencana pembangunan gedung tujuh lantai Rumah Sakit dr AK Gani di kawasan Cagar Budaya Nasional Benteng Kuto Besak (BKB), Kamis, 1 Januari 2025.
Aksi spiritual dan budaya tersebut diikuti zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, sejarawan, budayawan, seniman, serta aliansi masyarakat penyelamat cagar budaya. Kegiatan berlangsung di Gedung Kesenian Palembang dan disertai pembacaan syair karya Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin IV RM Fauwaz Diradja menyatakan kawasan BKB semestinya difungsikan sebagai ruang kebudayaan dan edukasi sejarah. Menurut dia, pengembangan bangunan modern di kawasan cagar budaya berpotensi mengganggu kelestarian situs bersejarah.
Ketua panitia kegiatan Raden Genta Laksana mengatakan Ratib Saman merupakan tradisi Kesultanan Palembang Darussalam yang sarat nilai perjuangan. Ia menegaskan penolakan terhadap pembangunan RS dr AK Gani karena dinilai dapat merusak kawasan inti Benteng Kuto Besak.
Sementara itu, budayawan Palembang Vebri Al Lintani menilai pembangunan gedung rumah sakit di kawasan BKB bertentangan dengan Undang-Undang Cagar Budaya. Ia menegaskan Benteng Kuto Besak merupakan bangunan monumental Kesultanan Palembang Darussalam yang dibangun pada 1780 dan memiliki nilai sejarah tinggi.
Foto: RedaksiKNC | Kontributor: DDO | Editor: ARPAN 🔎
















