PALEMBANG, KNC.– Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Chapter Sumatera Selatan merayakan Hari Disabilitas Internasional sekaligus Milad ke-7 Forkesi Sumsel dengan menggelar Edutrip Naik LRT, Fun Walk, dan Kopdar, Minggu (30/11/2025).
Puluhan anak penyandang disabilitas bersama orang tua antusias mengikuti perjalanan dengan LRT dari Stasiun Punti Kayu menuju Jakabaring. Setibanya di Jakabaring Sport City (JSC), peserta melanjutkan dengan fun walk dan aktivitas kebersamaan lainnya.
Ketua Forkesi Sumsel, Devie Wahyuni, menjelaskan bahwa Forkesi kini memiliki sekitar 200 anggota, mayoritas dari Palembang. Ia berharap Forkesi segera memiliki sekretariat tetap.
“Rencana kami ingin mendirikan Rumah Ramah ABK sebagai ruang kreatif bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Devie juga menyoroti beratnya biaya terapi yang tidak semua ditanggung lembaga layanan.
“Terapi sangat penting, tapi biayanya cukup berat bagi keluarga menengah. Banyak yang akhirnya berhenti padahal anak-anak sangat membutuhkan,” jelasnya.
Forkesi juga melakukan pendataan kebutuhan seperti alat bantu dengar, kursi roda, serta merencanakan kegiatan pengembangan minat seperti renang dan melukis bagi anak-anak.
Salah satu orang tua peserta, Trigustina, membagikan kisah putranya, M. Ridho Putra, yang lahir prematur dengan berat hanya 9 ons dan menjalani terapi panjang hingga mampu menamatkan pendidikan sarjana Ilmu Komunikasi.
“Ridho anak istimewa. Kami selalu dukung dia dan tanamkan rasa percaya diri,” katanya.
Kegiatan Forkesi ini menjadi ajang edukasi, rekreasi, serta ruang saling menguatkan antar keluarga dengan anak berkebutuhan khusus.
—————————–
Kontributor: Dudy
Editor: Arpan
















