Walikota Palembang Ratu Dewa menyerahan Bantuan Tali Asih Kepada Para Veteran Palembang (LVRI Sumsel) (3/5/26).
PALEMBANG, KNC.– Memasuki awal tahun 2026, masyarakat Kota Palembang kembali merefleksikan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, yakni Pertempuran 5 Hari 5 Malam yang berlangsung pada Januari 1947. Peristiwa ini tercatat sebagai bentuk perlawanan terorganisasi rakyat Palembang bersama Tentara Republik Indonesia (TRI) terhadap agresi militer Belanda di Sumatra Selatan.
Secara historis, pertempuran ini terjadi dalam konteks pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ketika Belanda berupaya mengembalikan kekuasaannya melalui aksi militer dan politik. Palembang, sebagai kota strategis dengan posisi ekonomi dan jalur sungai yang vital, menjadi sasaran utama upaya pendudukan kembali tersebut.
Pertempuran berlangsung selama lima hari lima malam dan melibatkan berbagai elemen perjuangan, mulai dari pasukan TRI, laskar-laskar rakyat, hingga dukungan masyarakat sipil. Medan pertempuran tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Sungai Musi, kilang minyak, dan pusat-pusat pertahanan kota, yang memperlihatkan pentingnya Palembang dalam peta geopolitik kolonial Belanda di Sumatra.
Sambutan yang hangat dari bapak walikota kepada para warga Palembang yg ingin

Meskipun secara militer pasukan Republik menghadapi keterbatasan persenjataan dan logistik, perlawanan yang dilakukan menunjukkan tingkat militansi dan solidaritas rakyat yang tinggi. Sejarawan menilai bahwa Pertempuran 5 Hari 5 Malam tidak hanya berdimensi militer, tetapi juga memiliki makna politik dan psikologis yang kuat dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kajian sejarah lokal, peristiwa ini menegaskan peran Palembang dan Sumatra Selatan sebagai bagian integral dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Narasi pertempuran tersebut sekaligus memperkaya historiografi nasional yang selama ini lebih banyak menyoroti peristiwa-peristiwa di Pulau Jawa.
Memperingati Pertempuran 5 Hari 5 Malam di awal tahun dipandang penting sebagai upaya membangun kesadaran sejarah dan memperkuat identitas kolektif masyarakat Palembang. Nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan nasionalisme yang terkandung di dalamnya diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari pembelajaran sejarah bangsa.
Pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas sejarah didorong untuk terus mengkaji serta mendiseminasikan peristiwa ini melalui penelitian, publikasi, dan kegiatan edukatif agar memori sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam tetap hidup dalam ruang publik dan wacana akademik nasional.
Foto: RedaksiKNC | Kontributor: DDO | Editor: ARPAN

















