
PERTEMUAN FURKAN DAN VIVI MENYATUKAN DUA NEGARA
Sultan Palembang Anugerahkan Gelar Adat untuk Pasangan Indonesia – Turki
PALEMBANG, KNC.— Dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan, Sultan Palembang Darussalam Yang Mulia SMB IV Jayo Wikramo Fauwaz Diradja menganugerahkan gelar adat kehormatan kepada pasangan pengantin Indonesia–Turki, Furkan Enes Kara bin Vedat Kara dan Vivian Syafarina binti Mulyana Putra. Prosesi berlangsung pada malam resepsi pernikahan pasangan tersebut pada Sabtu malam (22/10) di sebuah hotel di Jalan Basuki Rahmad, Palembang.
Sepanjang prosesi, kedua mempelai tampak memancarkan rona kebahagiaan ketika gelar adat resmi disematkan kepada mereka. Furkan Enes Kara menerima gelar Temenggung Muda, sementara istrinya, Vivian Syafarina, dianugerahi gelar Nyi Temenggung, gelar tersebut ditetapkan melalui Watikah Kesultanan Palembang Darussalam, Nomor KPD/GZ/008/XI/2025.
Penganugerahan disampaikan langsung oleh Sultan Palembang Yang Mulia SMB IV Jayo Wikramo Fauwaz Diradja, didampingi Mufti Kesultanan Palembang Darussalam Pangeran Muhammad Mustofa, Dato’ Pangeran Suryo Kemas A.R Panji, dan Dato’ Pangeran Suryo Vebri Al Lintani, serta Dato Pangeran Nato R.M. Rasyid Tohir.
Prosesi diawali oleh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam, Pangeran Muhammad Kgs Mustofa, dengan pembacaan Surah Al-Fatihah untuk para Sultan Palembang terdahulu serta pembacaan Syair Sultan Mahmud Badruddin. Selanjutnya, Watikah Kesultanan mengenai gelar kedua pasangan dibacakan oleh Dato’ Pangeran Suryo Dr. Kemas A.R. Panji. Ketika nama kedua penerima gelar diumumkan, suasana ruangan bergemuruh oleh bunyi gung dan tepuk tangan para tamu.
Dalam pengantar prosesi, Dato’ Pangeran Suryo Vebri Al Lintani menjelaskan bahwa gelar adat kehormatan diberikan karena alasan istimewa. Selain dinilai telah berbuat kebaikan bagi kemaslahatan Palembang, Vivian juga merupakan kerabat Kesultanan. Ia adalah keponakan dari Isnayanti Syafrida, kerabat yang telah lama mengabdikan diri kepada Kesultanan dan sebelumnya dianugerahi gelar Putri Ayu Isnayanti Syafrida.
Pada momen puncak prosesi, Sultan Palembang didampingi Dato’ Pangeran Nato Raden Rasyid Tohir naik ke panggung untuk menyematkan pin dan Watikah kepada kedua pengantin.
Dalam sambutannya, Sultan Palembang Darussalam menyampaikan bahwa penganugerahan gelar ini juga merupakan bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih atas jasa Isnayanti Syafrida. “Penghargaan ini adalah bentuk terima kasih kami atas dedikasi Ibu Isnayanti bagi Kesultanan,” ujar Sultan.
Sultan turut menyinggung keistimewaan pernikahan lintas negara ini. Furkan adalah warga negara Turki, sementara Vivian berasal dari Palembang. “Inilah yang disebut jodoh. Dahulu pepatah Melayu berkata: garam di laut, asam di gunung bertemu di dalam kuali. Namun khusus pasangan ini, Furkan dari Turki dan Vivian dari Palembang dipertemukan oleh media sosial,” ungkapnya.
Sultan juga mengaitkan momen ini dengan sejarah hubungan Palembang dan Turki pada masa lampau. Setelah melepaskan diri dari pengaruh Jawa, Kesultanan Palembang pernah menjalin kedekatan dengan kekuatan besar dunia Islam, yaitu Kekaisaran Ottoman Turki.
“Pada akhirnya, kami mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah, serta dikaruniai anak-anak yang saleh,” tutup Sultan. (ARPAN)
















